Toleransi Untuk Harmoni

Berita Kegiatan Wasbang

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Depok melaksanakan kegiatan Kemah Muda Lintas Agama Tahun 2021 bertempat di Albero hotel, Ds. Pancawati, Kec. Caringin, Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu-Jumat, 24-26 November 2021 dan dibuka oleh Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Ibu Diah Haerani, M.Pd.


Hadir pada kegiatan tersebut antara lain R. Cepi Gun Gun Gunawan, SE, M. Ak Kasi HAL & PDN, bersama dengan jajaran Kesbangpol Kota Depok. Mayor Inf Ibrahim Pasiterdim 0508/Depok, H. Asnawi, S.Ag, Kepala Kantor Kemenag Kota Depok, Syaiful dan Agung dari Rumah Harapan Cita, para peserta yang hadir mewakili unsur pemuda lintas agama.


Di zaman globalisasi dunia dan bebasnya dunia digital akan membawa pengarus besar baik positif maupun negatif terhadap siapa saja. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia adalah sebagai harapan untuk tetap bisa menjaga eksistensi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di zaman digitalisasi dan globalisasi ini tidak pernah mengenal batas-batas negara serta budaya dan adat istiadat. Sebagai negara maritim terbesar dan multi dimensi serta kultur dan agama banyak sekali hambatan ancaman, tantangan dan gangguan yang akan selalu melumpuhkan daya tahan bagi negara.


Untuk memperkuat daya tahan dari aspek agama yang selalu digunakan seperti yang terjadi di daerah-daerah seperti Timur Tengah. Kesbangpol Kota Depok memberikan pembekalan bagi para pemuda lintas agama untuk memberi wawasan yang luas berkaitan dengan hambatan dan tantangan di maksud. Radikalisme dan Terorisme yang sering menghantui warga masyarakat membuat masyarakat begitu khawatir dan sangat takut.


Mayor Inf Ibrahim Pasiterdim 0508/ Depok pun selaku anggota Tim Pusat Pendidikan dan Wawasan Kebangsan (PPWK) Kota Depok hadir memberikan informasi tentang apa dan bagaimana radikalisme dan terorisme dan cara mengatasinya. Perlunya peran warga masyarakat untuk aktif memberikan segala informasi dini tentang kewaspadan yang ada di masyarakat.


Bpk. Asnawi, S.Ag. Kepala Kantor Kementerian Agama di Kota Depok menyampiakan perlunya pemahaman dini tentang kebersaman dan keragaman yang ada di Indonesia. Perbedaan yang ada di bumi Nusantara adalah suatu rahmatan dan sunatullah. Perbedaan suku, ras dan etnis serta penyebarannya merupakan tingginya tingkat peradaban manusia di bumi nusantara. Adanya beberapa sauadara kita yang ingin menjadikan negara Indonesia dengan syari’at bahkan khilafah. Terdapat dua puluh dua negara arab di Timur tengah ternyata adalah bukan negara dengan sistim khilafah bahkan mereka pada umumnya adalah negara monarki. Diingatkan kembali kepada para peserrta bahwa perbedan yang ada di bumi nusantara itu adalah sunatullah dan pelangi nusantara.
Syaiful dan Agung dari Rumah Harapan Cita menyampaikan perlunya adanya kesetaraan dan kerjasama serta toleransi yang tinggi untuk membangun negara maritim yang besar ini. Kekompakan adalah bukti dari gotong royong yang dilaksanakan sesuai dengan aktualisasi Pancasila sebagai dasar negara. Dengan saling mengenal kearifan dan karakter anak–anak bangsa membuat eratnya kesatuan dan persatuan negara Indonesia.


Wibisono, didampingi oleh Hanif Ahmad, Parwoto, S.Sos, Murida, SE, Mamah Halimah, S. Pd, MM, Rita Mulyani, SH dan Siti Maryam, memimpin peserta dengan dinamika kelompok dan pembinaan jasmani serta motivasi dalam kegiatan tersebut. Tak kalah penting adalah untuk menggugah dan menindak lanjuti dari hasil kegiatan tersebut adalah mendampingi dan memimpin peserta untuk dapat membuat dan Rencana Kerja dan Tindak Lanjut (RKTL) pasca kegiatan tersebut. Para peserta sangat antusias dalam membuat rencana-rencana kerja tersebut yang mana didalamnya tersebut gotong royong, kerjasama, kesetaraan dan toleransi sebgai dasar untuk membangun tetap utuhnya NKRI.


Kegaitan ditutup oleh Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Depok, Drs.M.N. Hakim Siregar, M.Si pada hari Jum’at, 26 November 2021. Harapan panitia pelaksana adalah agar para peserta dapat menjadikan dirinya selaku agen perubahan dan dapat menularkan hal-hal positif yang didapat kepada rakan-rakan lainnya yang tidak berkesempatan untuk dapat mengikuti kegiatan yang baik ini.