Sosialisasi Pileg dan Pilpres

Kegiatan
Sosialisasi Pemilu Serentak Tahun 2019 bertempat Kantor Kecamatan Beji

Beji, Kantor Kesbangpol Kota Depok menyelenggarakan sosialisasi pemilu serentak tahun 2019 di Kota Depok,  dengan tema “pemilih Kota Depok siap wujudkan pemilu damai,  demokratis dan bermartabat”  bertempat Di Pendopo Kantor Kecamatan Beji,  komplek perumahan Depok Indah 2 – Beji pada hari Jum’at 15 Maret 2019. Hadir dalam kegiatan tersebut Dalam sambutannya Camat Beji yang diwakili oleh Fahlun S. Sos,  M. Si Mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan dimaksud,  semoga pesta demokrasi ini sukses dan lancar tanpa ekses,  dengan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut memilih.
Pada kesempatan ini Nana Sobarna,  M. Si,  selaku Ketua KPU Kota Depok dalam paparannya menjelaskan bahwa Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.309.338 orang,  dengan 5.759 TPS (Tempat Pemungutan Suara) dengan jumlah laki laki sebanyak 650.283 orang dan jumlah perempuan sebanyak 659.055 orang, ancaman terhadap eksistensi pemilu antara lain : politik uang,  sentimen SARA,  Penyebaran berita/informasi bohong /palsu (hoax), target tingkat partisipasi sebesar 80%, dengan target pelaksanaan tidak adanya komplain,  tidak adanya sengketa, tidak adanya pemungutan suara ulang
Narasumber dari Bawaslu Sriyono S. Kom,  M. Pd, tugas dan wewenang Bawaslu,  yaitu melakukan pencegahan dan penindakan pelanggaran dan sengketa proses pemilu,  melakukan pengawasan seluruh tahapan pemilu,  mencegah praktik politik uang,  mengawasi netralitas ASN,  dan anggota TNI dan anggota Polri (fasal 93 huruf ), mengawasi pelaksanaan peraturan KPU, tujuan umum pengawasan adalah (menegakkan integritas,  kredibilitas penyelenggara, transparansi penyelenggaraan & akuntabilitas hasil pemilu), (mewujudkan pemilu yang demokratis),  (memastikan terselenggaranya pemilu secara luber jurdil & berkualitas serta dilaksanakan peraturan perundang undangan mengenai pemilu secara keseluruhan), indikator kualitas pemilu adalah penyelenggara pemilu yang adil,  tingginya partisipasi pemilih & cerdas,  dalam menggunakan hak pilih,  demokratisasi internal partai,  terpilihnya wakil rakyat yang bertanggung jawab, terpilihnya Pemimin yang mendorong pemetintahan yang bersih, strategi pengawasan antara lain pencegahan merupakan potensi pelanggaran dengan melakukan tindakan langkah langkah dan upaya optimalisasi mencegah secara dini terhadap potensi pelanggaran,  penindakan dalam pengertian bahwa dugaan pelanggaran dengan melakukan tindakan penanganan secara cepat dan tepat terhadap temuan dan atau laporan dugaan pelanggaran pemilu